Virus Mers-CoV

APAKAH YANG ANDA TAHU TENTANG VIRUS Mers-COV

Virus Mers-CoV – Penyakit ini terjadi di Asia Barat, jauh dari negara kita. Bagi sejumlah orang, tidak perlu dirisaukan karena beranggapan jarak yang jauh mungkin menyulitkan penyakit itu menyebar ke negara kita. Namun satu hal yang perlu diingat, Novel coronavirus juga dikenal sebagai Middle East Respiratory Syndrome coronavirus (Mers-COV) mungkin dapat menular. Ini karena manusia dari seluruh dunia bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Jemaah haji atau umrah juga harus dipantau dan langkah pencegahan harus diambil untuk menghindari infeksi.

Ketika musim melakukan umrah dan menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Juli ini, masyarakat yang berkunjung ke negara-negara Timur Tengah dan Eropa diminta untuk selalu mengambil berbagai langkah untuk menjaga kesehatan dengan lebih rapi terhadap penularan wabah penyakit Mers-COV. Negara Timur Tengah yang melaporkan kasus Mers-COV adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar dan Tunisia, sementara negara-negara Eropa adalah Denmark, Jerman, Perancis dan Inggris.

Sementara itu, juru bicara kementerian kesehatan Arab Saudi, Khaled al-Mirghalani dilaporkan AFP di Riyadh, mengatakan pemerintah tidak akan mengadakan perubahan pada kondisi ke atas para jemaah haji yang menunaikan rukun Islam kelima itu di Mekah bulan depan.

Mers-COV adalah satu dari anggota keluarga (strain) dari kelompok coronavirus. Ini adalah kelompok keluarga virus yang besar dan meliputi berbagai strain yang dapat menginfeksi manusia dan hewan.

Tanda Infeksi:

Apakah tanda-tanda virus Mers-COV pada manusia?

Tanda-tanda infeksi virus Mers-COV dapat dimulai dari gejala flu biasa, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan dan sakit otot, hingga menyebabkan:

a) Mengalami demam panas
b) Mengalami radang paru-paru
c) Menyebabkan infeksi mata
d) Kandungan gula rendah dalam darah
e) Gangguan dan masalah pernapasan yang parah
f) Batuk atau kesulitan bernapas dalam waktu 10 hari
g) Beberapa masalah kesehatan, termasuk kegagalan fungsi ginjal
h) Menyebabkan koma secara tiba-tiba.
i) Berbagai komplikasi lain yang mematikan.

Mers-COV mulai terdeteksi di Arab Saudi tahun lalu, dan hingga kini lebih 56 dari 78 orang yang disahkan menghidapnya di seluruh dunia, meninggal dunia, dengan 54 kasus infeksi dilaporkan di Arab Saudi. Kasus ini adalah kejadian darurat kesehatan publik yang penting bukan hanya bagi negara yang terlibat tetapi juga terhadap masyarakat dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai melaporkan wabah ini pada September 2012. Sampai saat ini WHO tidak mengeluarkan pembatasan perjalanan wisatawan internasional ke mana-mana negara terlibat, dan vaksin untuk infeksi penyakit itu juga belum ditemukan. Tapi perlu diingatkan para jemaah atau wisatawan yang berkunjung di sana membutuhkan pemantauan dan pencegahan

Cara Mencegah

i) Meskipun tidak ada infeksi Mers terdeteksi dalam negeri saat ini, namun kementerian kesehatan telah meningkatkan kemampuan laboratorium dalam upaya mendeteksi tanda-tanda infeksi pada pasien dengan lebih cepat, dan saringan lebih rapi.

ii) Memang tidak ada vaksin untuk mers, sebab itu saran kami adalah jamaah yang pergi ke Arab Saudi nanti jaga kebersihan, dapatkan panduan anggota tim kesehatan, kalau hadapi masalah dapatkan perawatan segera.

iii) Begitu juga mereka yang baru pulang dari umrah, umpamanya, memang gejala batuk biasa terjadi sekembali dari umrah, tapi kalau batuk dan demam berkepanjangan dan ditambah dengan masalah pernapasan, segera ke klinik. Informasikan tentang sejarah perjalanan sehingga kita dapat buat pemeriksaan lebih teliti.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *