Cegah Radang Kandung Empedu dengan Brownies Gadung

Cegah Radang Kandung Empedu dengan Brownies Gadung – Pernahkah Kamu mendengar gadung? Ini adalah tanaman umbi-umbian asli Indonesia yang tidak ditanam, melainkan tumbuh dengan cara alami. Selama ini gadung difungsikan dengan diolah jadi tepung atau keripik gadung.

Cegah Radang Kandung Empedu dengan Brownies Gadung

Gadung sendiri berpotensi sebagai obat bermacam-macam penyakit, terutama radang kandung empedu. Selama ini penderita radang kandung empedu memanfaatkan obat kimia buat penyembuhan yang punya efek negatif bagi badan.

Diperlukan inovasi buat mengobati penyakit radang kantong empedu dengan cara alami dengan memakai tepung berbahan dasar gadung. Kesempatan ini ditangkap oleh sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang melaksanakan inovasi dengan menciptakan kue brownies dari tepung gadung.

Mereka ialah Sari Rosiati Nur Khasanah, Anisa Dwi Yuniyanti dan Afrilia Hidayati dari Program Studi Kimia serta Senja Fitriana dari prodi pendidikan Biologi FMIPA UNY.

Menurut Sari Rosiati Nur Khasanah, kandungan kimia yang terdapat dalam gadung antara lain alkaloid dioskorina, diosgenina, saponin, furanoid norditerpena, zat pati dan tanin.

“Penggunaan obat sebagai antispasmodic, yaitu sebagai bantuan terbaik dan mencegah kolik empedu. Oleh karena itu, kami ingin memaksimalkan khasiat yang ada dalam gadung, dengan cara membuat brownies sehat berbahan dasar tepung gadung,” tutur Sari, Rabu 24 Februari 2016.

Baca juga : Obat Penyakit Radang Kandung Empedu Akut

Penyakit kandung empedu yaitu sekumpulan keadaan medis yang ditandai dengan peradangan, infeksi, batu, atau penyumbatan terhadap kandung empedu. Gadung (dioscorea hispida) masuk ke dalam golongan tanaman umbi-umbian yang lumayan ternama dan mengandung karbohidrat tinggi, maka dapat dipakai sebagai sumber karbohidrat lain pengganti nasi.

“Kandungan gizi dalam 100 gram umbi gadung kukus yang terbesar adalah energi yaitu 88 kkal dan karbohidrat 20,9 gram sehingga gadung bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi,” kata dia.

Selain itu gadung mengandung protein 0,6 gr, lemak 0,3 gr, serat 0,9 gr, abu 0,8 gr, kalsium 26 miligram, fosfor 47 miligram, besi 0,4 miligram, vitamin B1 0,03 miligram dan air 0,4 miligram maka gadung cocok dimanfaatkan sebagai makanan diet sehat.

Mereka tertarik mengembangkan gadung jadi bahan makanan yang disukai masyarakat luas, seperti brownies sebab warga dengan kreativitasnya sudah sukses membuahkan brownies yang tidak cuma enak sebagai makanan pembuka atau cemilan, tapi pula bergizi dan berguna.

Afrilia Hidayati memaparkan cara menciptakan tepung gadungnya. Pertama kali gadung dikupas, lalu dipotong tipis-tipis dan dikasih abu bakaran buat menetralisir racun. Selanjutnya didiamkan semalam dan dikasih daun tawas.

Setelah itu, gadung dibilas dengan air, direndam semalaman penuh dan dibilas lagi. Langkah kemudian adalah menjemur gadung dan sesudah kering digiling jadi tepung.

Menurut Anisa Dwi Yuniyanti, cara pengerjaan brownies diawali dengan memanaskan margarin, lalu memasukkan potongan cokelat, garam dan diaduk hingga meleleh, lalu angkat dan dinginkan. Selanjutnya kocok telur sampai mengembang. Masukkan tepung terigu dan gula, aduk perlahan sampai rata. Kemudian tuang margarin, cokelat dan gula yang sudah dilelehkan ke adonan telur, aduk sampai rata.

Tambahkan potongan kacang almond selanjutnya aduk lagi sampai rata. Tuangkan dalam loyang yang sudah dilapisi kertas roti dan diolesi margarin, dikasih topping irisan kacang almond atau strawberry, pisang, blueberry dan lain sebagainya sesuai selera.

“Panggang di oven panas 170 derajat Celcius selama 45 menit dan brownies siap disajikan,” kata Anisa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *